Agen Jual Vimax Jakarta Hadir untuk Konsumen

Sudah bukan masalah lagi saat ini bagi kita, terutama bagi anda para pria yang sedang bermasalah dengan kehidupan seksual anda dan pasangan anda karena kini telah hadir jual Vimax di Jakarta. Hal ini merupakan sebuah kabar gembira bagi kita, pastinya, karena ini berarti kita memiliki kesempatan untuk bisa mendapatkan produk suplemen untuk pria dewasa ini dengan lebih mudah dan dengan lebih dekat. Dengan adanya sistem jual Vimax di Jakarta maka kita akan dengan lebih mudah untuk menikmati khasiat sebuah produk herbal khusus pria dewasa yang hanya diproduksi di Canada ini tanpa harus bermasalah dengan jarak dan waktu serta prosedur pengiriman yang rumit.

Mendekati konsumen

Sebagai seorang pria yang memiliki masalah disfungsi seksual seperti ukuran penis yang kurang bisa memuaskan pasangan anda, ejakulasi dini, disfungsi ereksi, serta libido yang menurun akibat faktor usia ataupun tingkat stress yang tinggi membuat kita akan semakin terbantu dengan adanya agen jual Vimax Jakarta ini. selain karena keefektifan sistem pelayanan dari perusahaan kepada para konsumen yang meningkat, keberadaan agen jual Vimax Jakarta juga dapat memberi kesempatan pada pihak perusahaan untuk dapat lebih mendekatkan diri pada pihak konsumen.

Lebih dekat, lebih hemat

Dengan kata lain, kita tidak perlu lagi untuk mengeluarkan waktu dan budget yang lebih untuk mendapatkan produk herbal yang terpercaya seratus persen aman tanpa efek samping ini karena telah ada agen jual Vimax Jakarta. Setidaknya ini lebih mempermudah pendistribusian di Indonesia. Selain itu, dengan adanya sistem reseller, proses jual belipun dapat berjalan dengan lebih santai dan personal. Intinya, kehadiran agen jual Vimax Jakarta sangat memberikan angina segar pada para konsumen Vimax di Indonesia, khususnya bagi mereka yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya

 

Berbagai Pencegahan Hipertensi Yang harus Dilakukan

Menerapkan pola hidup sehat adalah salah satu dari berbagai pencegahan yang harus dilakukan. Pengaturan pola makan yang baik dan aktivitas fisik yang cukup. Menghindari kebiasaan lainya seperti merokok dan mengkonsumsi alcohol juga memperkecil resiko hipertensi.

Seseorang dengan tekanan darah tinggi sebaiknya menghindari beberapa aktivitas tertentu yang dapat meningkatkan tekanan darah dan frekuensi jantung pada tingkat membahayakan, diantaranya sauna/ ruang uap, kolam air hangat, berendam air panas. Sangat penting bagi penderita hipertensi untuk membatasi jumlah watu yang dihabiskan untuk kegiatan diatas kurang dari 10 menit.

Seorang hipertensi juga harus lebih berhati hati mengkonsumsi obat obat bebas (OTC) yang mengandung vasokokonstriktor yang dapat menaikan tekanan darah. Contoh obat tersebut yaitu obat tetes mata, antihistamin, obat batuk dan flu terutama yang mengandung dekongestan.

Seorang hipertensi disarankan untuk mengikuti anjuran dokter mengenai pengobatan untuk mencegah konsekuensi kesehatan yang serius. Untuk efek samping obat dan sebagainya dapat berkonsultasi dengan dokter yang bersangkutan.

Pencegahan hipertensi yang harus dilakukan selanjutnya adalah memperhatikan asupan gizi bagi penderita hipertensi.  Darah tinggi telah banyak diderita oleh masyarakat di Indonesia, pada umumnya bagi mereka yang pola makannya tidak teratur dengan menu yang rendah buah atau sayuran, kebanyakan penyakit ini menyerang penduduk perkotaan. Penyakit ini diidentikan dengan tubuh gemuk ataupun orang kaya, karena sesuai dengan kebiasaan orang kaya yang sering mengkonsumsi daging ataupun yang berlemak. Ada 2 cara untuk mengatasi hipertensi yaitu pengobatan dan pencegahan (ada di artikel sebelumnya) yaitu perubahan gaya hidup menjadi gaya hidup sehat

Didalam gaya hidup sehat, yang utama adalah makanan yang dikonsumsi. Terdapat beberapa criteria makanan yang dianjurkan dan harus dihindari. Makanan makanan apa saja yang baik untuk hipertensi? Akan dibahas di artikel selanjutnya. Terimakasih kepada para pembaca yang sudah mengikuti artikel sampai di sini. Jika mungkin ada pertanyaan silahkan di kolom komentar.

 

Langkah Langkah Mendiagnosa Hipertensi

Bagaimana langkah langkah mendiagnosa hipertensi? Berikut akan dibahas langkah langkahnya :

  1. Pendeteksian hipertensi 

-        Apabila tekanan darah lebih / sama dengan 140 mmHg maka diagnosis hipertensi akan dilakukan

-        Pengukuran harus sesuai dengan standart WHO dengan alat standart manometer air raksa

-        Diagnosis perlu dilakukan pengukuran tekanan darah minimal 2 kali dengan jarak 1 minggu bila tekanan darah < 160/100 mmHg

 

Tekanan darah diukur stelah seorang duduk atau berbaring selama 8 menit. Jika menunjukan angka 140/90 mmHg atau lebih dapat diartikan sebagai hipertensi, tetapi diagnosis tidak dapat disimpulkan hanya dengan satu kali pengukuran.

 

Jika pada pengukuran pertama memberikan hasil yang tinggi, maka tekanna darah diukur kembali dan kemudian diukur sebanyak 2 kali pada 2 hari berikutnya untuk menyakinkan bahwa positif hipertensi. Setelah diagnosis ditegakkan, dilakukan pemeriksaan terhadap organ utama, terutama pembuluh darah, otak, jantung, retina, dan ginjal.

 

Retina adalah salah satu bagian tubuh yang secara langsung bisa menunjukan efek dari hipertensi terhadap pembuluh darah kecil. Untuk memeriksa retina digunakan oftalmoskop. Dengan menentukan derajat kerusakan retina, maka bisa ditentukan seberapa berat hipertensinya.

Perubahan didalam jantung bisa ditemukan melalui pemeriksaan elektrokardiografi dan foto rotgen dada. Bunyi jantung yang abnormal bisa didengar melalui stetoskop dan merupakan perubahan jantung paling awal akibat tekanan darah tinggi.

 

Pada ginjal, bisa diketahui adanya kerusakan melalui pemeriksaan air kemih. Adanya sel darah dan albumin dalam air kemih bisa menjadi petunjuk terjadinya kerusakan ginjal. Untuk pemeriksaan bisa berupa rontgen dan radioisotope ginjal. Rontgen dada serta pemeriksaan darah dan air kemih untuk hormon tertentu.

 

Hipertensi seringkali tidak ada gejalanya, sementara tekanan darah yang terus menerus tinggi dalam jangka waktu lama dapat menimbukan komplikasi. Maka dari itu hipertensi perlu pemeriksaan secara rutin dan berkala.

 

  1. Pemeriksaan Tekanan Darah Secara Teratur

Diagnosa hipertensi didapat dengan pengukuran tensi paling sedikit 3 kali dengan alat yang sama dalam kurun waktu berlainan, dengan hasil tekanan sistolis >160 dan diastolis >95. Mengapa harus dalam waktu berbeda, karena sepanjang hari tekanan darah akan berubah ubah tergantung pada aktivitas tubuh, latihan yang berat, stress cenderung meningkatkan tekanan darah, sedangkan ketika istirahat tekanan darah akan turun kembali, hal ini merupakan kejadian normal. Lain halnya jika tekanan meningkat dengan tajam dan kemudian tetap tinggi maka dapat disimpulkan orang tersebut menderita hipertensi.

 

Semakin tinggi tekanan darah, semakin keras pula jantung bekerja agar tetap dapat memompa darah melawan tahanan pembuluh darah yang makin meningkat, ini mengakibatkan otot jantung makin letih, jantungpun semakin lemah dan terjadi gangguan jantung.

 

Tekanan darah yang tinggi menambah beban pembuluh darah arteri  menjadi makin berat yang akhirnya tidak tertanggungkan lagi. Hal ini terjadi terutama pada pembuluh otak jantung dan ginjal. Maka dari itu sering terjadi stroke, gagal jantung, dan gagal ginjal.

 

Dengan menurunkan tekanan darah, maka ketegangan pada jantung dan pembuluh darah arteri dapat berkurang, ini sering dapat menghilangkan bahaya yang diakibatkan. Selain itu berbagai pencegahan hipertensi juga harus dilakukan. Apa saja pencegahan yang harus dilakukan? Akan dibahas di artikel selanjutnya. Silahkan berkomentar jika ada pertanyaan.

Faktor Faktor Pemicu Terjadinya Hipertensi

Banyak factor pemicu terjadinya hipertensi, pada 70-80% kasus hipertensi, ditemukan riwayat hipertensi didalam keluarga. Hipertensi banyak sekali dijumpai pada penderita kembar monozigot (satu telur) apabila salah satu menderita hipertensi. Dugaan ini mendukung bahwa faktor genetik mempunyai peran memicu hipertensi. (High blood tension menurut http://www.webmd.com/hypertension-high-blood-pressure/ )

Faktor lainnya yaitu faktor lingkungan. Faktor lingkungan seperti kegemukan, stress, kurang olahraga juga berpengaruh memicu hipertensi. Hubungan antara stress dengan hipertensi, dimungkinkan terjadi melalui aktivasi saraf simpatis (saraf yang bekerja pada saat kita beraktivitas). Peningkatan ini dapat meningkatkan tekanan darah secara tidak menentu. Apabila stress berkepanjangan, mengakibatkan darah menetap tinggi.

Kegemukan merupakan cirri khas dari populasi hipertensi. Walaupun belum dapat dijelaskan apa hubungan antara obesitas dengan hipertensi. Tetapi penelitian membuktikan bahwa daya pompa jantung dan sirkulasi volume darah penderita obesitas dengan hipertensi lebih tinggi bila dibandingkan dengan penderita yang mempunyai berat badan normal.

Cara yang paling baik dalam menghindari tekanan darah tinggi adalah dengan mengubah ke gaya hidup sehat seperti aktif beolahraga dan banyak minum air putih. Mengatur pola makan rendah kolesterol dan rendah lemak., banyak mengkonsumsi buah dan sayuran, dan tidak mengkonsumsi alcohol dan rokok.

Namun apabila telah didiagnosa terkena hipertensi, langkah terpenting adalah menurunkan tekanan darah dengan merubah ke pola hidup  sehat dan menikuti petunjuk dokter. Dianjurkan juga melakukan pemeriksaan laboratorium dengan panel evaluasi awal hipertensi atau panel hidup sehat dengan hipertensi. Pada artikel berikutnya akan membahas langkah langkah mendiagnosa hipertensi, jika ada pertanyaan silahkan bertanya pada kolom komentar